Rilwan Chondro

Dokter Hewan/Surabaya

Perut anjing atau kucing yang membesar dapat disebabkan oleh berbagai macam hal, salah satu penyebab yang paling sering ditemui adalah terisinya rongga perut oleh air yang menempati sela-sela jerohan hewan kesayangan tersebut.

Dalam dunia kedokteran istilah yang digunakan bagi kejadian ini adalah ascites. Cairan yang menempati sela-sela di rongga perut tersebut keluar dari pembuluh darah dan sel-sel tubuh akibat beberapa hal.

Kelainan pada ginjal, kerusakan liver, gagal jantung sebelah kanan (right-sided CHF), kekurangan zat gizi protein, cacingan berat, sobeknya kandung kemih, radang pada selaput perut, kanker dan pendarahan di rongga perut adalah daftar penyebab munculnya ascites.

Ascites dapat terjadi di semua ras anjing atau kucing dengan berbagai variasi umur. Salah satu kasus ascites yang pernah ditemui di Praktek Dokter Hewan terjadi pada anjing shih tzu berumur 2 bulan.

Gejala yang dapat ditemukan pada kasus ascites, selain perut yang membesar, antara lain pasien cenderung makin lemas dari hari ke hari, menggeliat atau mengerang saat perut dipegang atau berbaring, tidak ada nafsu makan, muntah, berat makin bertambah, kantung kemaluan makin membesar,  dan nafas tampak sesak dan berat apabila tidak segera ditangani.

Dokter Hewan akan menangani kasus ascites tergantung penyebab munculnya kelainan ini.

Apabila perut pasien membesar hingga menyebabkan terdesaknya rongga dada dan setelah mempertimbangkan kondisi pasien, dokter hewan akan menyedot cairan yang menumpuk. Namun prosedur ini beresiko tinggi dan apabila penyebab dari ascites tidak ditangani, dalam waktu tidak lama, cairan akan menumpuk kembali.

Selain pada kasus yang disebabkan karena kelainan pada jantung yang didapat sejak lahir, ascites dapat dicegah dengan memberikan makanan yang bergizi dan obat cacing secara rutin pada hewan peliharaan anda.

Anjing dan kucing adalah hewan karnivora atau pemakan daging jadi sangat TIDAK dianjurkan untuk memberikan sayuran seperti sawi hijau, kentang, tahu, tempe dan lain-lain. Sayuran mengandung zat-zat tertentu yang tidak mampu dicerna oleh enzim di tubuh hewan karnivora.

Beberapa individu karnivora mampu beradaptasi dengan sayuran namun yang lain yang secara genetis tidak memiliki sistem pencernaan yang cukup baik akan mengalami berbagai macam gangguan, terutama kekurangan protein.

 


Comments

04/03/2013 01:49

dok mau tanya... Anjing saya 2 bulan prempuan.. Knp perut kananya lebih besar dari sebelah kiri ya? Trus klo kepegang dia kaya merintih kesakitan pdhal ga di tekan... Trus klo pup dia aga merintih? Kira2 knp ya dok... Makasih dokter sebelumnya...

Reply



Leave a Reply

    JADWAL PRAKTEK:
    Senin - Jumat
    16.00 - 19.00
    Sabtu, Minggu, hari libur
    07.00 - 14.00

    Contact:
    Tenggilis Mejoyo KB no 3
    Surabaya, Jawa Timur
    Telp. 031 841 6649 [sesuai Jam praktek]

    Author

    Rilwan Chondro, drh

    Archives

    May 2012
    March 2012
    February 2012
    October 2011
    September 2011
    August 2011

    DISCLAIMER:
    Semua artikel bertujuan untuk memberikan informasi yang sifatnya hanyalah acuan dan setiap artikel dibuat berdasarkan kondisi tertentu dari sebuah kasus, sehingga tidak selalu dapat memberikan solusi yang pasti untuk kasus dengan kondisi yang mirip.

    Hewan sebagai benda hidup yang memiliki nyawa membutuhkan penanganan yang lebih menyeluruh daripada mengandalkan beberapa artikel di internet.

    Sebagai pemilik hewan yang bertanggung jawab, alangkah baiknya apabila anda sebagai pengunjung website ini tidak mengandalkan artikel di internet dan sebaliknya mau memeriksakan hewan peliharaan anda kepada dokter hewan secara langsung.

    Penulis tidak bertanggung jawab kepada tindakan pemilik kepada hewan peliharaannya yang diakui didapatkan dari informasi  website ini dan  tanpa mengkonsultasikan terlebih dahulu ke penulis.